Kamis, 20 Januari 2011

Seks Bebas di Kalangan Remaja (Pelajar dan Mahasiswa), Penyimpangan, Kenakalan atau Gaya Hidup ?????



Masa remaja adalah masa-masa yang paling indah. Pencarian jati diri seseorang terjadi pada masa remaja. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa remaja adalah tulang punggung sebuah negara. Statement demikian memanglah benar, remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi terdahulu dengan kualitas kinerja dan mental yang lebih baik. Di tangan remajalah tergenggam arah masa depan bangsa ini.

Namun melihat kondisi remaja saat ini, harapan remaja sebagai penerus bangsa yang menentukan kuaitas negara di masa yang akan datang sepertinya bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Perilaku nakal dan menyimpang di kalangan remaja saat ini cenderung mencapai titik kritis. Telah banyak remaja yang terjerumus ke dalam kehidupan yang dapat merusak masa depan.

Dalam rentang waktu kurang dari satu dasawarsa terakhir, kenakalan remaja semakin menunjukkan trend yang amat memprihatinkan. Kenakalan remaja yang diberitakan dalam berbagai forum dan media dianggap semakin membahayakan. Berbagai macam kenakalan remaja yang ditunjukkan akhir-akhir ini seperti perkelahian secara perorangan atau kelompok, tawuran pelajar, mabuk-mabukan, pemerasan, pencurian, perampokan, penganiayaan, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas pranikah kasusnya semakin menjamur.

Di antara berbagai macam kenakalan remaja, seks bebas selalu menjadi bahasan menarik dalam berbagai tulisan selain kasus narkoba dan tawuran pelajar. Dan sepertinya seks bebas telah menjadi trend tersendiri. Bahkan seks bebas di luar nikah yang dilakukan oleh remaja (pelajar dan mahasiswa) bisa dikatakan bukanlah suatu kenakalan lagi, melainkan sesuatu yang wajar dan telah menjadi kebiasaan.

Pergaulan seks bebas di kalangan remaja Indonesia saat ini memang sangatlah memprihatinkan. Berdasarkan beberapa data, di antaranya dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebanyak 32 persen remaja usia 14 hingga 18 tahun di kota-kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, dan Bandung) pernah berhubungan seks. Hasil survei lain juga menyatakan, satu dari empat remaja Indonesia melakukan hubungan seksual pranikah dan membuktikan 62,7 persen remaja kehilangan perawan saat masih duduk di bangku SMP, dan bahkan 21,2 persen di antaranya berbuat ekstrim, yakni pernah melakukan aborsi. Aborsi dilakukan sebagai jalan keluar dari akibat dari perilaku seks bebas.

Bahkan penelitian LSM Sahabat Anak dan Remaja Indonesia (Sahara) Bandung antara tahun 2000-2002, remaja yang melakukan seks pra nikah, 72,9% hamil, dan 91,5% di antaranya mengaku telah melakukan aborsi lebih dari satu kali. Data ini didukung beberapa hasil penelitian bahwa terdapat 98% mahasiswi Yogyakarta yang melakukan seks pra nikah mengaku pernah melakukan aborsi. Secara kumulatif, aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta kasus per tahun. Setengah dari jumlah itu dilakukan oleh wanita yang belum menikah, sekitar 10-30% adalah para remaja. Artinya, ada 230 ribu sampai 575 ribu remaja putri yang diperkirakan melakukan aborsi setiap tahunnya. Sumber lain juga menyebutkankan, tiap hari 100 remaja melakukan aborsi dan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun.

Selain itu survei yang dilakukan BKKBN pada akhir 2008 menyatakan, 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia melakukan seks pranikah. Dan, para pelaku seks dini itu menyakini, berhubungan seksual satu kali tidak menyebabkan kehamilan.

Sumber lain juga menyebutkan tidak kurang dari 900 ribu remaja yang pernah aborsi akibat seks bebas (Jawa Pos, 28-5-2001). Dan di Jawa Timur, remaja yang melakukan aborsi tercatat 60% dari total kasus (Jawa Pos, 9-4-2005).

Istilah “Remaja” berasal dari bahasa latin “Adolescere” yang berarti remaja. Jhon Pieget, (dalam Lapu,2010) mengungkapkan; secara psikologi masa remaja adalah usia saat individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia saat anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang yang lebih tua, melainkan berada dalam tingkat yang sama

Lapu (2010) juga menuliskan bahwa masa remaja adalah masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik, psikis & psikososial.

Masa remaja memanglah masa-masa yang paling indah. Karena pencarian jati diri seseorang terjadi pada masa remaja. Namun, di masa remaja seseorang dapat terjerumus ke dalam kehidupan yang dapat merusak masa depan. Hal itu dapat terjadi apabila remaja melakukan hal-hal menyimpang yang biasa disebut dengan kenakalan remaja.

Menurut para ahli, salah satunya adalah Kartono seorang ilmuan sosiologi, (dalam Lapu, 2010) mengemukakan pendapatnya bahwa kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.

Anonim, (2010) menyebutkan kenakalan remaja meliputi semua prilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dialukukan oleh remaja. Prilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang sekitarnya. Sedangkan Daryanto (1997) menyebutkan kenakalan dengan kata dasar nakal adalah suka berbuat tidak baik, suka mengganggu, dan suka tidak menurut, sedangkan kenakalan adalah perbuatan nakal, perbuatan tidak baik dan bersifat mengganggu ketenangan orang lain ; tingkah laku yang melanggar norma kehidupan masyarakat.

Dalam tulisan-tulisan lain, kenakalan remaja diartikan sebagai suatu outcome dari suatu proses yang menunjukkan penyimpangan tingkah laku atau pelanggaran terhadap norma-norma yang ada. Kenakalan remaja disebabkan oleh berbagai faktor baik faktor pribadi, faktor keluarga yang merupakan lingkungan utama (Willis, 1994), maupun faktor lingkungan sekitar yang secara potensial dapat membentuk perilaku seorang anak. (Mulyono, 1995).

Berbagai macam faktor yang berpengaruh pada kenakalan remaja, yaitu faktor keluarga (seperti kedekatan hubungan orang tua–anak, gaya pengasuhan orang tua, pola disiplin orang tua, serta pola komunikasi dalam keluarga) dan faktor lain di luar keluarga (seperti hubungan dengan kelompok bermain atau ‘peer group’, ketersediaan berbagai sarana seperti gedung bioskop, diskotik, tempat-tempat hiburan, televisi, VCD, internet, akses kepada obat-obat terlarang dan buku-buku porno serta minuman beralkohol). (Gunarsa,1995).

Dari berbagai bentuk kenakalan yang dilakukan oleh remaja, seks bebas selalu menjadi bahasan menarik dalam berbagai tuisan selain kasus narkoba dan tawuran pelajar.

Seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku. Faktor penyebab remaja melakukan seks bebas, diantaranya adalah menonton film porno, pengaruh pergaulan bebas, penyaluran hasrat seksual, dan kurangnya peran dan perhatian orang tua kepada anaknya.
(Anonim, 2010)

Anonim (2009) juga menyatakan bahwa seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan diluar ikatan pernikahan, baik suka sama suka atau dalam dunia prostitusi. Perilaku seksual diluar nikah terjadi sebagai akibat masuknya kebudayaan barat. Perilaku seksual di luar nikah sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai sosial pada masyarakat Indonesia. Masuknya paham Children Of God (COG) sangat bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Pada dasarnya COG adalah Free Sex (seks bebas) merupakan kebebasan hubungan seksual di luar nikah.

Berbagai tulisan tentang seks bebas, salah satunya Saptono (2006) menuliskan data dari beberapa sumber dan penelitian, di antaranya didapatkan data dari Walikota Bengkulu, yang menyebutkan hanya 35% siswi SMA didaerahnya yang masih perawan dan data yang lebih menohok dari Yogyakarta, hasil penelitian Iip Wijayanto menyebutkan, 97% mahasiswi pernah melakukan hubungan seks pranikah.

Pembahasan

Remaja dengan segala perubahan dan fakta-fakta remaja lainnya memang selalu menarik untuk dibahas. Masa remaja adalah masa yang paling berseri, karena di masa remaja terjadi proses pencarian jati diri. Ini bertentangan dengan persepsi umum yang mengatakan bahwa remaja merupakan kelompok yang biasanya tidak berada dengan kelompok manusia yang lain, ada yang berpendapat bahwa remaja adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Karena sebenarnya remaja merupakan kelompok manusia yang penuh dengan potensi berdasarakan catatan sejarah remaja Indonesia yang penuh vitalitas, semangat patriotisme yang menjadi harapan penerus bangsa

Kita juga tidak boleh lupa bahwa masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, masa yang penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru sebagai bekal untuk mengisi kehidupan mereka kelak. Di saat remajalah proses menjadi manusia dewasa berlangsung. Pengalaman manis, pahit, sedih, gembira, lucu bahkan menyakitkan mungkin akan dialami dalam rangka mencari jati diri. Sayangnya, banyak diantara mereka yang tidak sadar bahwa beberapa pengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan.

Dalam kehidupan para remaja sering kali diselingi hal-hal yang negatif dalam rangka penyesuaian dengan lingkungan sekitar baik lingkungan dengan teman temannya di sekolah maupun lingkungan pada saat dia di rumah. Rasa ingin tahu dari para remaja kadang-kadang kurang disertai pertimbangan rasional akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. Dan disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam beberapa perilaku menyimpang yang lazim disebut dengan kenakalan remaja.

Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial.

Perilaku menyimpang dikalangan remaja atau yang biasa desebut dengan kenakalan remaja bentuknya bermacam-macam seperti perkelahian secara perorangan atau kelompok, tawuran pelajar, mabuk-mabukan, pemerasan, pencurian, perampokan, penganiayaan, penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas pranikah. Bentuk-bentuk kenakalan yang demikian biasa disebut juga dengan pergaulan bebas.

Perilaku yang penuh dengan kebebasan seringkali mengarah pada kenakalan yang sangat mencemaskan Sangat menyedihkan saat perilaku ini mengakibatkan tingginya jumlah penyimpangan dikalangan remaja. Penyimpangan-penyimpangan yang kasusnya makin marak dan menarik untuk dibahas adalah pergaulan bebas atau lebih spesifiknya disebut seks bebas.

Dari tahun ke tahun kasus seks bebas di negeri ini makin banyak saja jumlahnya, dan tak dapat dipungkiri bahwa sebagian pelakunya adalah remaja (pelajar dan mahasiswa). Di berbagai media pemberitaan baik media massa ataupun media elektronik, yang namanya kasus seks bebas selalu saja muncul. Inilah indikasi bahwa seks bebas kasusnya makin marak.

Seperti banyak orang bilang bahwa masa remaja merupakan masa yang rentan, seorang anak dalam menghadapi gejolak biologisnya. Apalagi ditunjang dengan era globalisasi dan era informasi yang sedemikian rupa menyebabkan remaja sekarang terpancing untuk coba-coba mempraktekkan apa yang dilihatnya. Terlebih bila apa yang dilihatnya merupakan informasi tentang indahnya seks bebas yang bisa membawa dampak pada remaja itu sendiri. Nah dari sinilah kasus seks bebas di negeri ini semakin hari semakin meningkat. Di tambah lagi kasus video mesum tiga artis belakangan ini, yang tentunya semakin mengingatkan kita akan betapa tingginya aktivitas seks bebas ini terjadi di Negara kita.

Kita sebagai generasi penerus bangsa ini seharusnya malu melihat negara kita yang dikenal dunia dengan populasi mayoritas muslim terbesar, tetapi menjadi konsumen industri pornografi dan pornoaksi nomor dua setelah Rusia. Tak hanya itu akses masyarakat Indonesia terhadap nama-nama sex-idol (bintang porno) seperti Pamela Anderson dari Amerika Serikat atau Maria Ozawa alias Miyabi dari Jepang, terekam oleh google trends menempati peringkat 1 di dunia selama 3 tahun berturut-turut sampai tahun ini.

Lebih parahnya tentang seks bebas, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tujuh dari dari sepuluh perempuan telah melakukan hubungan seksual sebelum berumur 20 tahun. Sementara satu dari enam pelajar perempuan aktif bergaul seks bebas. Paling sedikit mereka berganti pasangan dengan empat laki-laki yang berbeda-beda. Kenyataan tersebut menunjukkan betapa ironisnya kondisi remaja kita saat ini.

Selain beberapa data jumlah kasus seks bebas yang telah dituliskan di pendahuluan, pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat, dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Didukung juga hasil berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di Palu, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen., sementara penelitian pada tahun 1999 lalu terhadap pasien yang datang ke klinik pasutri, tercatat sekitar 18 persen remaja pernah melakukan hubungan seksual pranikah.

Seperti dikutip dari harian Republika yang memuat hasil survei Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) yang dilakukan pada 2003 di lima kota, di antaranya Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta menyatakan bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Ironisnya, hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri, rumah tempat mereka berlindung dan sebagian besar mereka menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas, sebanyak 12 persen menggunakan metode coitus interuptus (mengeluarkan sperma di luar organ intim wanita).

Meningkatnya jumlah kasus seks bebas menyebabkan makin tingginya jumlah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun. Bahkan beberapa survei yang dilakukan pada sembilan kota besar di
Indonesia menunjukkan, KTD mencapai 37.000 kasus, 27 persen di antaranya terjadi
dalam lingkungan pranikah dan 12,5 persen adalah pelajar.

Tingginya angka kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), apalagi bagi kehamilan pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini. Kasus aborsi remaja di Indonesia ternyata sangat mencengangkan. Angkanya melaju sangat cepat bahkan melebihi jumlah aborsi di negara negara maju sekalipun. Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya dilakukan oleh para remaja.

Selain menimbulkan hal-hal berbahaya yang tidak diinginkan karena kasus aborsi, seks bebas juga akan menyebabkan penyakit menular seksual, seperti sipilis, GO (ghonorhoe), hingga HIV/AIDS, serta meningkatkan resiko kanker mulut rahim untuk wanita. Bahkan jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.

Kasus AIDS sejak 2007 tedapat 2.947 kasus dan periode Juni 2009 meningkat hingga delapan kali lipat, menjadi 17.699 kasus. Dari jumlah tersebut, yang meninggal dunia mencapai 3.586 orang. Bahkan diestimasikan, di Indonesia tahun 2014 akan terdapat 501.400 kasus HIV/AIDS. Penderita HIV/AIDS sudah terdapat di 32 provinsi dan 300 kabupaten/kota. Penderita ditemukan terbanyak pada usia produktif, yaitu 15-29 tahun (usia remaja masuk di dalamnya).

Uraian tentang kasus seks bebas dan makin banyaknya kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), serta kasus aborsi dan HIV/AIDS di kalangan remaja Indonesia memanglah suatu fenomena yang sangat memprihatinkan. Aktivitas seks bebas yang makin marak tersebut masihkah bisa disebut sebagai penyimpangan perilaku atau kenakalan remaja ? ataukah mengindikasikan bahwa seks bebas sudah menjadi kebiasaan atau gaya hidup ?. Adakah ini pertanda titik balik budaya kontemporer yang bakal kembali ke zaman jahiliyah yang primitif dan gelap seperti dulu ? Marilah kita berkaca pada sejarah.

Dilihat dari literatur sejarah, perilaku seks bebas sudah pernah menjadi tradisi dalam masyarakat zaman jahiliyah dulu. Zaman di mana kondisi masyarakat Arab pra-Islam yang sangat tenggelam dalam “tanah lumpur” kebodohan dan keterbelakangan. Masyarakat senang pertikaian dan pembunuhan, kekejaman dan suka mengubur anak perempuan. Potret sosial mereka begitu gelap, amat primitif dan jauh dari peradaban.

Pada zaman itulah berlaku tradisi perkawinan model seks bebas. Seperti diriwayatkan Imam Bukhori dalam sebuah hadist yang diceritakan melalui istri Nabi, Aisyah ra, bahwa pada zaman jahiliyah dikenal 4 cara pernikahan. Pertama, gonta-ganti pasangan. Seorang suami memerintahkan istrinya jika telah suci dari haid untuk berhubungan badan dengan pria lain. Bila istrinya telah hamil, ia kembali lagi untuk digauli suaminya. Ini dilakukan guna mendapatkan keturunan yang baik. Kedua, model keroyokan. Sekelompok lelaki, kurang dari 10 orang, semuanya menggauli seorang wanita. Bila telah hamil kemudian melahirkan, ia memanggil seluruh anggota kelompok tersebut tidak seorangpun boleh absen. Kemudian ia menunjuk salah seorang yang dikehendakinya untuk di nisbahkan sebagai bapak dari anak itu, dan yang bersangkutan tidak boleh mengelak. Ketiga, hubungan seks yang dilakukan oleh wanita tunasusila yang memasang bendera/tanda di pintu-pintu rumah. Dia “bercampur” dengan siapapun yang disukai. Keempat, ada juga model perkawinan sebagaimana berlaku sekarang. Dimulai dengan pinangan kepada orang tua/wali, membayar mahar, dan menikah.

Jika menyimak 3 model pertama dalam perkawinan masyarakat zaman jahiliyah di atas, ada kesamaan budaya dengan perilaku seks bebas, prostitusi dan hamil di luar nikah yang kian marak di zaman sekarang. Namun, kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa seks bebas adalah budaya remaja atau kaum muda kita. Karena munculnya kasus-kasus seks bebas bukanlah karena kebodohan pelakunya seperti pada zaman jahiliyah dahulu.

Secara garis besar, penyebab maraknya seks bebas sekarang ini antara lain; kurangnya kasih sayang orang tua yang akan menyebabkan anak/remaja mencari kesenangan di luar dan mereka akan bergaul bebas dengan siapa saja yang mereka inginkan dan terkadang mereka mencari teman yang tidak sebaya yang memungkinkan mereka akan terpengaruh dangan apa yang dilakukan orang dewasa.

Selain itu peran dari perkembangan teknologi yang memberikan efek positif dan negatif tidak dapat dipungkiri bahwa setiap individu dari kita merasa senang dengan kehadiran produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Tidak terkecuali teknologi internet yang telah merobohkan batas dunia dan media televisi yang menyajikan hiburan, informasi serta berita aktual. Di era kehidupan dengan sistem komunikasi global, dengan kemudahan mengakses informasi baik melalui media cetak, TV, internet, komik, media ponsel, dan DVD bajakan yang berkeliaran di masyarakat, tentunya memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita, namun perkembangan iptek yang sangat baik dan penting bagi perkembangan ilmu pengetehuan dan informasi para remaja, namun saat ini remaja justru salah mempergunakan kecanggihan teknologi tersebut, dan mereka menyelewengkan fungsi teknologi yang sebenarnya. Bahkan tayangan televisi, media-media berbau porno( bahkan VCD dan DVD porno yang begitu mudah diperoleh hanya dengan Rp 5.000), semakin mendekatkan para remaja itu melakukan hubungan seks di luar nikah.

Semua media informasi tersebut menyerbu anak-anak dan dikemas sedemikian rupa sehingga perbuatan seks itu dianggap lumrah dan menyenangkan. Mulai dari berciuman, berhubungan seks sebelum nikah, menjual keperawanan, gonta-ganti pasangan, seks bareng, homo atau lesbi, semuanya tersedia dalam berbagai media informasi

Dasar-dasar agama yang kurang juga menjadi pendorong terhadap maraknya kasus seks bebas. Hal ini terkadang tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua yang sibuk dengan segala usaha dan kegiatan mereka dan juga oleh pihak sekolah terkadang kurang memperhatikan hal ini, karena jika remaja tidak mendapat pendidikan agama yang baik mereka akan jauh dari Tuhan dan pasti tingkah laku mereka akan sembarangan. Selain itu, tidak adanya media penyalur bakat dan hobi remaja juga menjadi faktor maraknya kasus seks bebas.

Lain dari hal di atas, seks bebas juga terjadi karena pola pikir yang dangkal dan punya konsep diri rendah di kalangan remaja, seperti; tidak bisa mengatakan ”TIDAK” terhadap seks bebas (merasa takut diputus hubungan oleh pacarnya/dijadikan alasan sebagai pembuktian cinta/pacar sudah membujuk rayu sedemikian rupa, sampai akhirnya tidak bisa menolak). Bahkan ada yang beranggapan dengan pernah melakukan seks, dianggap ‘Gaul’. Nah, akhirnya ada beberapa orang malah sudah menjalaninya sebagai gaya hidup. Sudah biasa saja.

Maka dari itu diperlukan upaya penanggulangan dari segala pihak dengan langkah upaya meningkatkan akses remaja terhadap informasi yang benar dengan merangkul berbagai kalangan, termasuk media massa. Karena seks bebas di kalangan remaja merupakan tanggung jawab kita bersama. Mereka adalah asset yang harus kita bina mental dan moralitasnya. Budaya seks bebas dan gaya hidup nyeleweng akibat adanya westernisasi harus kita kikis bersama.

Salah satu upaya untuk menanggulangi maraknya seks bebas di kalangan remaja, (khususnya penghuni kos yang biasa jadi tempat ”beraksi” pelajar dan mahasiswa) selain perlu dilakukan pengawasan yang ketat dan intensif dari pemilik kos secara proporsional, juga meningkatkan kesadaran dari orang tua untuk memilihkan tempat kos bagi anak-anaknya yang layak dan aman. Selain itu, tentu membekali putra-putri remaja dengan benteng ajaran agama yang kokoh , karena sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas, kalau terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol, tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya.

Dan hal yang tak kalah penting adalah pembekalan tentang seks kepada remaja sedini mungkin, agar para remaja memiliki pengetahuan yang benar dan akurat mengenai kesehatan, seksualitas dan aspek-aspek kehidupannya, sehingga tak menjadi salah arah dalam membuat keputusan dalam hidupnya.

Bertolak dari fenomena yang memprihatinkan tentang seks bebas di kalangan remaja, penulis yakin dan optimis, masih banyak remaja yang mempunyai sikap dan prinsip yang kuat. Masiah banyak generasi-generasi emas yang dapat melanjutkan eksistensi dan membangun negeri ini. Masih banyak remaja yang yang tidak tenggelam dalam pusaran budaya seks bebas. Oleh karenanya kuatkan hati dan mental terhadap godaan seks bebas dengan rumus ini : PACARAN + CINTA = PERNIKAHAN, baru kemudian SEKS.

Kesimpulan

Masa remaja adalah masa-masa yang paling indah. Pencarian jati diri seseorang terjadi pada masa remaja. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa remaja adalah tulang punggung sebuah negara. Statement demikian memanglah benar, remaja merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menggantikan generasi-generasi terdahulu dengan kualitas kinerja dan mental yang lebih baik. Di tangan remajalah tergenggam arah masa depan bangsa ini.

Masa remaja memanglah masa-masa yang paling indah. Karena pencarian jati diri seseorang terjadi pada masa remaja. Namun, di masa remaja seseorang dapat terjerumus ke dalam kehidupan yang dapat merusak masa depan. Hal itu dapat terjadi apabila remaja melakukan hal-hal menyimpang yang biasa disebut dengan kenakalan remaja.

Dari berbagai bentuk kenakalan yang dilakukan oleh remaja, seks bebas selalu menjadi bahasan menarik dalam berbagai tuisan selain kasus narkoba dan tawuran pelajar. Seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang ditujukan dalam bentuk tingkah laku.

Meningkatnya jumlah kasus seks bebas menyebabkan makin tingginya jumlah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD). Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun. Bahkan beberapa survei yang dilakukan pada sembilan kota besar di
Indonesia menunjukkan, KTD mencapai 37.000 kasus, 27 persen di antaranya terjadi
dalam lingkungan pranikah dan 12,5 persen adalah pelajar.

Faktor penyebab remaja melakukan seks bebas, diantaranya adalah menonton film porno, pengaruh pergaulan bebas, dan kurangnya peran dan perhatian orang tua kepada anaknya, kurangnya dasar ilmu agama, dan pola pikir yang dangkal.

Salah satu upaya untuk menanggulangi maraknya seks bebas di kalangan remaja, (khususnya penghuni kos yang biasa jadi tempat ”beraksi” pelajar dan mahasiswa) selain perlu dilakukan pengawasan yang ketat dan intensif dari pemilik kos secara proporsional, juga meningkatkan kesadaran dari orang tua untuk memilihkan tempat kos bagi anak-anaknya yang layak dan aman. Selain itu, tentu membekali putra-putri remaja dengan benteng ajaran agama yang kokoh.

Kamis, 11 November 2010

Hhhhaaaaaaaaa Lo bisa Update status Dg Icon-icon lucu... via semao lo


Update status facebook merupakan salah satu layanan dalam situs jejaring sosial ini. bahkan bagi sebagian orang,
update status merupakan kegiatan rutin yang di lakukan setiap hari (kalo gak update sehari tangan gathel.) :D jika selama ini kita melakukan update status dengan handphone maka di halaman facebook akan muncul icon hp, berbeda dengan yg update melalui blackberry maka yg muncul adalah icon blackberry.

Sekarang ada trik unik agar update status di facebook kita terlihat unik dan menarik yaitu dengan cara mengganti icon di status kita. Apabila kita update melalui handphone maka kita bisa merubah icon nya menjadi icon blackberry atau menjadi icon2 menarik dan lucu2 lain nya.

Anda tertarik? Silahkan update status facebook anda via sesuka anda dengan mengeklik link di bawah.

(Tapi jangan lupa login ke akun facebook anda terlebih dahulu )

Rabu, 10 November 2010

Cara Merubah Icon Status Web To Bb


Cara Merubah Icon Status Facebook


Buat kamu yang gila Fb, update status fb merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di mana saja, kapan saja tak mengenal waktu dan tempat.


Biasanya ketika kita mengupdate status pasti akan ada tulisan dibawah status kita "melalui Web seluler" jika menggunakan Hp, "melalui Blackberry" jika menggunakan BB. Tapi kini kamu bisa merubah tulisan tersebut sesuka kamu.


Pengen tahu caranya...???


Pantengin terus disini....


Caranya mudah banget, tidak harus pake komputer. Kamu bisa ngelakuin ini lewat Hp kamu.

Begini caranya :

1. Kamu harus log in terlebih dahulu ke akun facebook kamu.

2. Setelah log in, kamu buka http://funnyfacebook.tk.

3. Pilih device/ kata yang akan menjadi icon di bawah status fb kamu. Kemudian kamu klik.

4. Setelah itu klik tulisan "update via ***"

5. Maka akan diarahkan ke halaman kotak update statur. Tulis apa yang ingin kamu tulis distatus kamu..

6. Terbitkan..

7. Lewati..

8. Buka kembali www.facebook.com, maka akan terlihat dibawah status kamu..Jika kamu memilih devicenya Blackberry maka yang akan tampil adalah tulisan Blackberry. Walaupun update statusnya pake Hp butut, tapi tampilan icon nya bukan lagi melalui Web Seluler tetapi menjadi melalui Blackberry dan temen kamu yang akan mengira kalau kamu punya BB baru...

Device/ kata icon yang dipilih bisa bermacam-macam ada Ipon 4G, Telepon umum, Blackberry colongan, laptop bokap. Tinggal kamu pilih sesuka hati kamu...

Selamat mencoba...

Update status dg Tampilan Blackberry


Update Status Facebook via Blackberry tanpa perlu punya Blackberry!!

CARA PERTAMA

CARA MUDAH (SEBAIKNYA GUNAKAN CARA YG INI KARENA LEBIH MUDAH, CEPAT DAN GAMPANG)…

Bagi yang nggak punya BlackBerry tapi pengen update status seperti dari blackberry, ini ada trick untuk membuat status tersebut. Sebelum saya jelaskan lebih dalam, akan saya jelaskan dulu maksud dari judul artikel saya diatas. barang kali banyak yang bertanya-tanya maksudnya apa sih?? hehe..
Mmmm… tanpa banyak kata akan saya tunjukkan screenshootnya aja dibawah ini..

  • Yang pertama pastikan kalau kamu sudah login ke Facebook.
  • Setelah itu silahkan menuju ke
  • http://apps.facebook.com/blackberry_avideo/
  • http://apps.facebook.com/blackberry_smartpho/
  • Setelah jendela terbuka seperti ini,

    silahkan klik “IZINKAN”

  • catatan : IZINKAN semua yang diminta… good luck and selamat ber enjoy ria dengan BEBE nya…

CARA KEDUA

bb

2 Hari kemaren, seperti biasa iseng buka-buka facebook dan baca status-status temen di fb yang rata-rata ngga penting..hahahaha, ada yg ngeluh, curhat, laporan dll.. segalanya ada :D … nah di fb menariknya setiap kali kita update status, fb juga menyimpan data tentang dari media apa kita nge update status kita. Misalnya apabila kita mengakses fb lewat m.facebook.com, maka disana akan dikasih tau bahwa kita ngeupdate status via Mobile Device, terus ada juga yg pake third party software seperti tweetdeck. etc

Lalu ada status salah satu teman saya yang dia ngupdate status via Facebook for Blackberry.. (wuidiiih Blackberry gan..serasa gimana gitu yg update status via Blackberry… :muntah:). Nah, saya pun iseng2 gimana ya bisa kaya gitu.. :D

Sayapun kunjungin tuh situs resmi blackberry+googling dan nyari simulator ttg blackberry, dan bangggg…akhirnya nemu juga.. :D , oya saya urutkan nih tutorialnya (mudah-mudahan ngerti.. :D ) :

  1. Sebelumnya di Kompter Anda perlu terinstall JDK dahulu. Dan bisa di download disini dan pilih dgn versi terbaru.
  2. Download Software Simulator for Blackberry disini. Sekitar (80Mb-dgn OS Versi terbaru)
  3. Lalu download Emails & MDS Service Simulator disini. (50Mb)
  4. Install kedua Software diatas.
  5. Apabila semuanya sudah terinstall silahkan launch MDS. (default: start->all programs->research in motion->Bb Email and MDS Service Simulator->MDS.exe)
  6. Lalu Launch Blackberry Simulatornya (Ingat untuk melaunch MDS nya terdahulu dan jgn di close selama menjalankan BB Simulators, agar service untuk mengkases internet bisa dilakukan)
  7. Pada simulator Blackberry, akses aplikasi browsernya lalu masuk ke website resmi blackberry.
  8. Lalu cari aplikasi facebook untuk blackberry dan download langsung (OverTheAir).
  9. donlod

  10. Apabila proses download berhasil maka akan otomatis terinstall pada simulator blackberry anda.
  11. Sekarang silahkan anda membuka aplikasi Facebook for Blackberry anda.. Konfigurasikan dan update status sepuasnya :D

Oya, ini cuman iseng-iseng aja ya.. jgn digunakan untuk tindak kejahatan dan adigung… lhoo??? :D
bbb

dan saya sertakan screenshoot bb saya (kaya yg bener ajah…wkwkwk) :
bb17

Semoga bermanfaat!! dan jgn lupa komen nya ya!! :D

#update 1:
Sampai saat ini, temen-temen sering mengalami masalah pada simulatornya, seperti contoh di bawah :
bb error

Nah, biasanya error tersebut muncul karena koneksi jelek atau tidak stabil. Untuk itu cek dulu koneksi Internet anda sebelumnya apabila ada masalah. Lalu anda tinggal tekan “Enter” pada keyboard anda untuk “Continue”, biasanya Simulatornya bisa kembali berjalan normal.

#update 2:
Bagi anda pengguna twitter, bisa juga mengaplikasikan tekhnik tadi diatas. Disini aplikasi yang dipakai adalah UberTwitter.
prinsipnya sama, tinggal unduh aplikasinya di http://www.ubertwitter.com/bb/download.php dengan memakai browser BB simulatornya.. :D
good luck!!

Selasa, 09 November 2010

Sejarah Ekonomi Indonesia


Sejarah Ekonomi Indonesia

Pengenalan

Dalam dekade belakangan ini, Indonesia telah dilihat sebagai salah satu yang sukses di Asia Tenggara yang sangat bermasalah dan industrialisasi ekonomi baru, mengikuti jejak harimau Asia (Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan) (lihat Tabel 1). Meskipun perekonomian Indonesia tumbuh dengan kecepatan mengesankan selama tahun 1980-an dan 1990-an, ini mengalami masalah yang cukup setelah krisis keuangan tahun 1997, yang menyebabkan reformasi politik signifikan. Saat ini perekonomian Indonesia sudah mulai pulih tetapi sulit untuk mengatakan kapan semua masalah tersebut akan diselesaikan. Meskipun Indonesia masih dapat dianggap sebagai bagian dari dunia berkembang, ia memiliki masa lalu yang kaya dan serbaguna, dalam ekonomi maupun arti budaya dan politik.

Dasar Fakta

Indonesia terletak di Asia Tenggara dan terdiri dari kepulauan besar di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, dengan lebih dari 13,000 pulau. Pulau-pulau terbesar adalah Jawa, Sumatera, Kalimantan (bagian selatan dari pulau Borneo), Sumatera, Sulawesi, dan Papua (sebelumnya Irian Jaya, yang merupakan bagian barat dari New Guinea). Indonesia's total mengukur luas lahan 1.900.000 kilometer persegi (750.000 mil persegi). Ini adalah tiga kali luas Texas, hampir delapan kali luas Britania Raya dan sekitar lima puluh kali wilayah Belanda. Indonesia memiliki iklim tropis, tapi karena ada membentang besar dataran rendah dan daerah pegunungan banyak, bervariasi dari iklim panas dan lembab untuk lebih moderat di dataran tinggi. Selain tanah subur cocok untuk pertanian, Indonesia kaya berbagai sumber daya alam, yang bervariasi dari minyak bumi, gas alam, dan batubara, hingga logam seperti timah, bauksit nikel, tembaga, emas perak, dan. Ukuran penduduk Indonesia adalah sekitar 230 juta (2002), dimana pangsa terbesar (sekitar 60%) tinggal di Jawa.

Tabel 1

Produk Domestik Bruto per Kapita dibandingkan dengan Beberapa Negara Asia Lainnya (dolar tahun 1990)


Indonesia Indonesia

Philippines Filipina

Thailand Thailand

Japan Jepang

1900 1900

745 745

1 033 1 033

812 812

1 180 1 180

1913 1913

904 904

1 066 1 066

835 835

1 385 1 385

1950 1950

840 840

1 070 1 070

817 817

1 926 1 926

1973 1973

1 504 1 504

1 959 1 959

1 874 1 874

11 439 11 439

1990 1990

2 516 2 516

2 199 2 199

4 645 4 645

18 789 18 789

2000 2000

3 041 3 041

2 385 2 385

6 335 6 335

20 084 20 084

Source: Angus Maddison, The World Economy: A Millennial Perspective, Paris: OECD Development Centre Studies 2001, 206, 214-215. Sumber: Angus Maddison, Perekonomian Dunia: Perspektif Seribu, Paris: OECD Pusat Studi Pembangunan 2001, 206, 214-215. For year 2000: University of Groningen and the Conference Board, GGDC Total Economy Database, 2003, http://www.eco.rug.nl/ggdc. Untuk tahun 2000: Universitas Groningen dan Conference Board, GGDC Total Ekonomi Database, 2003, http://www.eco.rug.nl/ggdc.

Aspek Penting Sejarah Ekonomi Indonesia

"Terjawab Peluang"

Anne Booth telah ditandai sejarah ekonomi Indonesia dengan frase agak melankolis "sejarah kesempatan yang hilang" (Booth 1998). Satu dapat membandingkan hal ini dengan sejarah J. Pluvier 'Asia Tenggara pada abad kedua puluh, yang berjudul Abad terpenuhnya Ekspektasi (Breda 1999). Kesempatan yang hilang mengacu pada fakta bahwa meskipun kaya sumber daya alam dan berbagai macam tradisi budaya, ekonomi Indonesia telah berkinerja buruk untuk periode besar sejarah. Tampilan selengkapnya siklis akan membawa seseorang untuk berbicara tentang beberapa pembalikan ‘'keberuntungan." Beberapa kali perekonomian Indonesia tampaknya janji kelanjutan pembangunan ekonomi yang menguntungkan dan modernisasi yang sedang berlangsung (misalnya, Jawa di akhir abad kesembilanbelas, Indonesia pada akhir 1930-an atau di awal 1990-an). Tapi untuk waktu Indonesia karena berbagai alasan dan lagi mengalami insiden parah yang melarang perluasan lebih lanjut. Insiden ini seringkali berasal dari bidang kelembagaan atau politik internal (baik setelah kemerdekaan atau pada masa kolonial), meskipun pengaruh eksternal seperti Depresi 1930-an ini juga memiliki pengaruh mereka bernasib buruk terhadap perekonomian-ekspor rentan.

"Bhineka Tunggal Ika"

Selain itu, kita sering membaca tentang "kesatuan dalam keragaman.". Ini bukan hanya sebuah slogan politik diulang pada berbagai waktu oleh pemerintah Indonesia sendiri, tetapi juga dapat diterapkan pada heterogenitas dalam fitur nasional negara ini sangat besar dan beragam. Logikanya, masalah-masalah politik yang timbul dari suatu negara bangsa yang heterogen memiliki (negatif) pengaruhnya terhadap perkembangan perekonomian nasional. Perbedaan paling mencolok antara Jawa yang padat penduduknya, yang memiliki tradisi panjang politik dan ekonomi mendominasi Kepulauan Luar jarang penduduknya. Tapi juga di Jawa dan dalam berbagai Kepulauan Luar, satu bertemu dengan keragaman budaya yang kaya. Perbedaan ekonomi antara pulau bertahan. Namun demikian, selama berabad-abad, perdagangan antar berkembang dan giat memiliki manfaat integrasi regional dalam nusantara.

Pembangunan Ekonomi dan Pembentukan Negara

Pembentukan negara dapat dilihat sebagai syarat untuk sebuah ekonomi nasional yang muncul. Proses ini pada dasarnya dimulai di Indonesia pada abad kesembilan belas, ketika Belanda dijajah daerah sebagian besar mirip dengan Indonesia masa kini. Kolonial Indonesia disebut "Hindia Belanda." Istilah '(Belanda) Hindia' terutama digunakan pada abad ketujuh belas dan kedelapan belas dan termasuk pos perdagangan di luar kepulauan Indonesia.

Meskipun kadang-kadang penulisan sejarah nasional Indonesia mengacu pada 350 tahun dianggap dominasi kolonial, adalah berlebihan untuk menafsirkan kedatangan Belanda di Banten pada tahun 1596 sebagai titik awal penjajahan Belanda. Hal ini lebih masuk akal untuk mengatakan kolonisasi yang dimulai pada tahun 1830, ketika Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir dan Belanda memulai pemerintahan, birokrasi sentralisasi di Jawa tanpa menahan diri lebih lanjut. Dari seterusnya pertengahan abad kesembilan belas, penjajahan Belanda tidak membentuk batas-batas negara bangsa Indonesia, meskipun juga dimasukkan kelemahan di negara bagian: segmentasi etnis peran ekonomi, distribusi yang tidak merata spasial kekuasaan, dan sistem politik yang sebagian besar didasarkan pada penindasan dan kekerasan. Hal ini, antara lain, berulang kali menyebabkan masalah politik, sebelum dan sesudah kemerdekaan. Indonesia berhenti menjadi koloni pada tanggal 17 Agustus 1945 saat Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan, meskipun kemerdekaan penuh diakui oleh Belanda hanya setelah empat tahun konflik kekerasan, pada tanggal 27 Desember 1949.

Evolusi Pendekatan metodologis untuk Indonesia Sejarah Ekonomi

Sejarah ekonomi Indonesia analisis berbagai topik, dan berbeda dari karakteristik dinamis ekspor bahan baku, ekonomi dualis yang baik Barat dan pengusaha Indonesia berpartisipasi, dan mengukur variasi regional yang kuat dalam perekonomian. Sementara di masa lalu sejarawan Belanda tradisional terfokus pada era kolonial (terinspirasi oleh arsip kolonial kaya), dari tahun 1960-an dan 1970-an dan seterusnya semakin banyak sarjana (antara yang juga banyak orang Indonesia, tapi juga Australia dan Amerika sarjana) mulai studi pasca perang acara Indonesia sehubungan dengan masa lalu kolonial. Selama tahun 1990-an perhatian bergeser secara bertahap dari identifikasi dan eksplorasi tema penelitian baru terhadap sintesis dan upaya untuk menghubungkan pembangunan ekonomi dengan isu-isu historis yang lebih luas. Pada tahun 1998 pertama yang sangat baik buku-panjang survei sejarah ekonomi Indonesia modern diterbitkan (Booth 1998). Penekanan sintesis dan pelajaran yang juga hadir dalam sebuah buku baru tentang sejarah ekonomi modern Indonesia (Dick et al 2002). Buku ini sangat dianjurkan bertujuan pada penjajaran dari tiga tema: globalisasi, integrasi ekonomi dan pembentukan negara. Globalisasi mempengaruhi kepulauan Indonesia bahkan sebelum kedatangan Belanda. Masa negara, terpusat militer-birokrasi Orde Baru Soeharto (1966-1998) hanya gelombang terbaru dari globalisasi. Sebuah perekonomian nasional muncul secara bertahap dari tahun 1930-an sebagai Kepulauan Luar (nama kolektif yang merujuk kepada semua pulau-pulau di luar Jawa dan Madura) diorientasikan ke arah industrialisasi Jawa.

Dua tradisi penelitian menjadi sangat penting dalam studi sejarah ekonomi Indonesia selama dekade terakhir. Salah satunya adalah pendekatan yang sangat kuantitatif, yang memuncak dalam rekonstruksi pendapatan nasional Indonesia dan akun nasional selama periode waktu yang lama, dari akhir abad kesembilanbelas sampai hari ini (Van der Eng 1992, 2001). Tradisi penelitian lain menyoroti kerangka kelembagaan pembangunan ekonomi di Indonesia, baik sebagai warisan kolonial dan seperti yang telah berkembang sejak kemerdekaan. Ada apresiasi yang tumbuh di kalangan sarjana bahwa kedua pendekatan saling melengkapi.

Sebuah Survei Kronologis Sejarah Ekonomi Indonesia

Ekonomi pre kolonial

Ada beberapa kerajaan yang berpengaruh di kepulauan Indonesia selama era pra-kolonial (misalnya Sriwijaya, Mataram, Majapahit) (lihat lebih lanjut Reid 1988,1993; Ricklefs 1993). Banyak perdebatan berpusat pada apakah ini puncak perdagangan Asia adat secara efektif terganggu oleh kedatangan pedagang barat pada akhir abad ke lima belas

Abad keenam belas dan ketujuh belas

Sekarang penelitian-hari oleh para sarjana dalam sejarah ekonomi pra-kolonial berfokus pada dinamika perdagangan awal-modern dan memberikan perhatian khusus untuk peran kelompok-kelompok etnis yang berbeda seperti Arab, Cina dan berbagai kelompok masyarakat adat pedagang dan pengusaha. Selama keenam belas hingga abad kesembilan belas penjajah barat hanya memiliki sedikit pegangan di sejumlah tempat di kepulauan Indonesia. Sebagai akibatnya banyak dari sejarah ekonomi pulau-pulau yang lolos dari perhatian para sejarawan ekonomi. Kebanyakan data pada masalah-masalah ekonomi diturunkan oleh pengamat barat dengan pandangan mereka yang terbatas. Sebagian besar kawasan itu tetap terlibat dalam kegiatan ekonomi sendiri, termasuk pertanian subsisten (yang hasilnya belum tentu sangat sedikit) dan perdagangan lokal dan regional.

Sebuah literatur penelitian yang lebih tua telah secara ekstensif mencakup peran Belanda di kepulauan Indonesia, yang dimulai pada 1596 ketika ekspedisi pertama berlayar kapal Belanda tiba di Banten. Pada abad ketujuh belas dan kedelapan belas perdagangan luar negeri Belanda di Timur Jauh, yang berfokus pada barang-barang bernilai tinggi, berada di tangan Belanda Timur kuat India Company (secara penuh: Amerika Hindia Trading Company, atau Vereenigde Oost-Indische Compagnie [VOC], 1602-1795). Namun, daerah itu masih terfragmentasi dan kehadiran Belanda hanya terkonsentrasi di sejumlah pos perdagangan.

Selama abad kedelapan belas, kopi dan gula menjadi produk yang paling penting dan Jawa menjadi daerah yang paling penting. VOC secara bertahap mengambil alih kekuasaan dari para penguasa Jawa dan mengadakan mencengkeram bagian produktif Jawa. VOC juga aktif terlibat dalam perdagangan intra-Asia. Misalnya, kapas dari Bengal dijual di daerah tumbuh lada. VOC adalah sebuah perusahaan yang sukses dan melakukan pembayaran dividen kepada pemegang saham besar. Korupsi, kurangnya modal investasi, dan meningkatnya persaingan dari Inggris menyebabkan kematian dan pada tahun 1799 VOC datang ke akhir (Gaastra 2002, Jacobs 2000).

Abad kesembilan belas

Di abad kesembilan belas proses penjajahan yang lebih intensif dimulai, terutama di Jawa, di mana Sistem Budidaya (1830-1870) didasarkan (Elson 1994; Fasseur 1975).

Selama era Napoleon posting perdagangan VOC di Nusantara telah berada di bawah pemerintahan Inggris, namun pada tahun 1814 mereka datang lagi di bawah kekuasaan Belanda. Selama Perang Jawa (1825-1830), pemerintahan Belanda di Jawa ditantang oleh sebuah pemberontakan yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro Jawa. Untuk menindas pemberontakan ini dan menetapkan aturan perusahaan di Jawa, biaya kolonial meningkat, yang pada gilirannya menyebabkan penekanan kuat pada eksploitasi ekonomi koloni. Sistem Budidaya, diprakarsai oleh Johannes van den Bosch, adalah sistem negara-diperintah untuk produksi produk pertanian seperti gula dan kopi. Sebagai imbalan atas kompensasi tetap (upah tanam), orang Jawa dipaksa untuk menanam tanaman ekspor. Pengawas, seperti pegawai negeri dan bupati Jawa, dibayarkan budidaya murah hati 'persentase' untuk merangsang produksi. Ekspor produk tersebut konsinyasi kepada sebuah perusahaan perdagangan Belanda milik negara (yang Nederlandsche Handel-Maatschappij, NHM, didirikan tahun 1824) dan menguntungkan dijual di luar negeri.

Meskipun keuntungan ('slot Botig') untuk negara Belanda periode 1830-1870 tersebut memang cukup, karena berbagai alasan dapat disebutkan untuk perubahan ke sistem liberal: (a) munculnya ideologi politik baru liberal; (b) bertahap warisan dari Sistem Budidaya selama tahun 1840-an dan 1850-an karena reformasi internal yang diperlukan, dan (c) pertumbuhan swasta (Eropa) kewirausahaan dengan pengetahuan dan minat dalam eksploitasi sumber daya alam, yang mengambil kebutuhan untuk manajemen pemerintahan ( Van Zanden dan Van Riel 2000: 226).

Tabel 2

Hasil Keuangan Pemerintah Budidaya, 1840-1849 ('Budidaya Sistem') (dalam ribuan gulden pada nilai sekarang)


1840-1844 1840-1844

1845-1849 1845-1849

Kopi

40 278 40 278

24 549 24 549

Gula

8 218 8 218

4 136 4 136

Indigo,

7 836 7 836

7 726 7 726

Lada, Teh

647 647

1 725 1 725




Jumlah keuntungan bersih

39 341 39 341

35 057 35 057

Sumber: Fasseur 1975: 20.

Tabel 3

Perkiraan Laba Total ('slot Botig') selama Sistem Budidaya,

1831/40 - 1861/70 (dalam jutaan gulden)


1831/40 1831-1840

1841/50 1841-1850

1851/60 1851-1860

1861/70 1861-1870

Pendapatan kotor penjualan produk kolonial

227.0 227,0

473.9 473,9

652.7 652,7

641.8 641,8

Biaya transportasi dll (NHM)

88.0 88,0

165.4 165,4

138.7 138,7

114.7 114,7

Jumlah beban

59.2 59,2

175.1 175,1

275.3 275,3

276.6 276,6

Total keuntungan bersih *

150.6 150,6

215.6 215,6

289.4 289,4

276.7 276,7

Sumber: Zanden Van dan Van Riel 2000: 223.

* Dihitung kembali oleh Van Zanden dan Van Riel untuk memasukkan subsidi untuk NHM dan biaya lainnya yang sebenarnya manfaat ekonomi Belanda.

Zaman keemasan ekonomi ekspor kolonial (1900-1942)

Setelah tahun 1870, perusahaan swasta dipromosikan tapi ekspor bahan baku mendapatkan momentum yang menentukan setelah 1900. Gula, kopi, lada dan tembakau, produk ekspor tua, semakin ditambah dengan ekspor yang sangat menguntungkan dari minyak bumi, karet, kopra, minyak kelapa dan serat. Kepulauan Luar disediakan pangsa meningkat dalam ekspor luar negeri, yang disertai dengan mengintensifkan perdagangan internal di dalam nusantara dan dihasilkan peningkatan arus impor dari luar negeri. Pertanian ekspor dibudidayakan baik dalam skala besar perkebunan Eropa (biasanya disebut kebun pertanian) dan oleh petani pribumi. Ketika eksploitasi minyak menjadi menguntungkan di akhir abad kesembilanbelas, minyak bumi memperoleh posisi terhormat dalam paket total ekspor. Pada awal abad kedua puluh, produksi minyak semakin terkonsentrasi di tangan Koninklijke / Shell Group.

http://eh.net/files/graphics/encyclopedia/touwen.indonesia.gif
Gambar 1

Luar Negeri Ekspor dari Hindia Belanda, 1870-1940

(Dalam jutaan gulden, nilai sekarang)

Source: Statistik Perdagangan

Momentum ekspor menguntungkan menyebabkan ekspansi luas kegiatan ekonomi di kepulauan Indonesia. Integrasi dengan pasar dunia juga mendorong integrasi ekonomi internal ketika sistem jalan, sistem kereta api (di Jawa dan Sumatera) dan sistem pelabuhan diperbaiki. Dalam pelayaran, sebuah kontribusi penting dibuat oleh KPM (Koninklijke Paketvaart-Maatschappij, Royal Packet Perusahaan perahu) yang berfungsi integrasi ekonomi maupun perluasan imperialis. Jalur pelayaran bersubsidi ke sudut-sudut terpencil di kepulauan yang luas membawa kabur barang-barang ekspor (hasil hutan), barang impor yang ditawarkan dan diangkut pegawai negeri sipil dan militer.

Depresi tahun 1930-an memukul perekonomian ekspor parah. Industri gula di Jawa runtuh dan tidak bisa benar-benar pulih dari krisis. Di beberapa produk, seperti karet dan kopra, produksi telah ditingkatkan untuk mengimbangi harga yang lebih rendah. Dalam ekspor karet adat produsen karena alasan menghindar dari perjanjian pembatasan internasional. Depresi diendapkan pengenalan tindakan proteksionis, yang berakhir masa liberal yang mulai pada tahun 1870. Berbagai pembatasan impor diluncurkan, membuat perekonomian lebih mandiri, seperti misalnya dalam produksi beras, dan merangsang integrasi domestik. Karena guilder Belanda yang kuat (Belanda berpegang pada standar emas sampai 1936), perlu waktu relatif lama sebelum pemulihan ekonomi terjadi. Pecahnya Perang Dunia II terganggu perdagangan internasional, dan pendudukan Jepang (1942-1945) serius terganggu dan dislokasi tatanan ekonomi.

Tabel 4

Rata-rata Tahunan Pertumbuhan Ekonomi 1830-1990 Agregat Kunci



PDB per kapita

Volume Ekspor

Prices Harga

Pengeluaran pemerintah

Sistem Budidaya

1830-1840 1830-1840

na na

13.5 13,5

5.0 5,0

8.5 8,5

Sistem Budidaya

1840-1848 1840-1848

na na

1.5 1,5

- 4.5 - 4,5

[Sangat rendah]

Sistem Budidaya

1849-1873 1849-1873

na na

1.5 1,5

1.5 1,5

2.6 2,6

Periode Liberal

1874-1900 1874-1900

[Sangat rendah]

3.1 3,1

- 1.9 - 1,9

2.3 2,3

Periode Etis

1901-1928 1901-1928

1.7 1,7

5.8 5,8

17.4 17,4

4.1 4,1

Depresi Besar

1929-1934 1929-1934

-3.4 -3,4

-3.9 -3,9

-19.7 -19,7

0.4 0,4

Sebelum perang Pemulihan

1934-1940 1934-1940

2.5 2,5

2.2 2,2

7.8 7,8

3.4 3,4

Orde Lama

1950-1965 1950-1965

1.0 1,0

0.8 0,8

- 2.1 - 2,1

1.8 1,8

Orde Baru

1966-1990 1966-1990

4.4 4,4

5.4 5,4

11.6 11,6

10.6 10,6

Sumber: Booth 1998: 18.

Catatan: ini persentase pertumbuhan tahunan rata-rata dihitung oleh Booth oleh fitting kurva eksponensial dengan data untuk tahun yang ditunjukkan. Up to 1873 data refer only to Java. Sampai dengan 1873 data hanya mengacu ke Jawa.

Para periode pasca-1945

Setelah kemerdekaan, ekonomi Indonesia telah pulih dari penderitaan pendudukan Jepang dan perang kemerdekaan (1945-1949), di atas pemulihan lambat dari Depresi tahun 1930-an. Selama periode 1949-1965, ada sedikit pertumbuhan ekonomi, terutama di tahun 1950-1957. Pada 1958-1965, tingkat pertumbuhan menyusut, sebagian besar karena ketidakstabilan politik dan tidak sesuai langkah-langkah kebijakan ekonomi. Awal ragu-ragu demokrasi ditandai oleh pertarungan kekuasaan antara presiden, tentara, partai komunis dan kelompok-kelompok politik lainnya. Kurs masalah dan tidak adanya modal asing yang merugikan pembangunan ekonomi, setelah pemerintah telah menghapuskan semua kendali ekonomi asing di sektor swasta di 1957-1958. Sukarno ditujukan untuk swasembada dan substitusi impor dan terasing pemasok modal barat bahkan lebih ketika ia mengembangkan simpati komunis.

Setelah 1966, presiden kedua, Soeharto umum, memulihkan aliran modal Barat, membawa kembali stabilitas politik dengan peranan yang kuat untuk tentara, dan memimpin Indonesia menjadi sebuah periode ekspansi ekonomi di bawah Orde Baru yang otoriter-nya (Orde Baru) rezim yang berlangsung sampai 1997 (lihat di bawah untuk tiga fase di Orde Baru). Dalam periode ini output industri meningkat dengan cepat, termasuk baja, aluminium, dan semen tetapi juga produk-produk seperti makanan, tekstil dan rokok. Dari tahun 1970 hingga sekarang harga minyak naik di pasar dunia yang disediakan Indonesia dengan pendapatan besar dari ekspor minyak dan gas. Kayu ekspor bergeser dari log untuk kayu lapis, pulp, dan kertas, pada harga membentang besar hutan hujan lingkungan berharga.

Soeharto berhasil menerapkan sebagian dari pendapatan untuk pengembangan industri manufaktur berteknologi maju. Mengacu pada periode ini pertumbuhan ekonomi stabil, Laporan Bank Dunia tahun 1993 berbicara tentang sebuah 'Asia Timur Miracle' menekankan stabilitas makroekonomi dan investasi dalam modal manusia (World Bank 1993: vi).

Krisis keuangan pada tahun 1997 menunjukkan adanya beberapa kelemahan yang tersembunyi dalam perekonomian seperti sistem keuangan yang lemah (dengan kurangnya transparansi), investasi tidak menguntungkan dalam real estat, dan kekurangan dalam sistem hukum. Korupsi yang sedang berkembang di semua tingkat birokrasi pemerintahan secara luas dikenal sebagai KKN (Korupsi, kolusi, nepotisme). Praktek-praktek karakter-kedatangan-usia 32-tahun, sangat sentralistis, rezim otokratis Soeharto.

Dari tahun 1998 sampai sekarang

Hari ini, perekonomian Indonesia masih menderita dari parah masalah pembangunan ekonomi setelah krisis keuangan tahun 1997 dan selanjutnya reformasi politik setelah Soeharto turun pada tahun 1998. Gerakan separatis dan rendahnya tingkat keamanan di daerah provinsi, serta kebijakan politik yang relatif stabil, beberapa bentuk masalah yang saat ini. Masalah tambahan termasuk kurangnya jalur hukum yang dapat diandalkan dalam perselisihan kontrak, korupsi, kelemahan dalam sistem perbankan, dan hubungan tegang dengan Dana Moneter Internasional. Kepercayaan investor masih rendah, dan untuk mencapai pertumbuhan di masa depan, reformasi internal akan penting untuk membangun kepercayaan dari donor internasional dan investor.

Suatu hal yang penting dalam agenda reformasi adalah otonomi daerah, membawa keuntungan yang lebih besar pangsa ekspor ke daerah produksi bukan metropolitan ke Jawa. Namun, kebijakan desentralisasi tidak selalu meningkatkan kesatuan nasional atau meningkatkan efisiensi dalam pemerintahan.

Sebuah comeback yang kuat dalam ekonomi global mungkin di tangan, tapi belum belum sepenuhnya terjadi pada musim panas 2003 ketika ini ditulis.

Tambahan Tema dalam Sejarah Indonesia

Indonesia adalah sebuah negara besar dan multi-faceted bahwa berbagai aspek yang menjadi fokus penelitian (misalnya, kelompok etnis, jaringan perdagangan, perkapalan, kolonialisme dan imperialisme). Satu bisa fokus pada daerah yang lebih kecil (provinsi, pulau), wilayah yang lebih besar dan juga pada (kepulauan barat, kepulauan timur, Kepulauan Luar secara keseluruhan, atau Indonesia di Asia Tenggara). Tanpa mencoba untuk menjadi lengkap, tema yang telah sebelas subyek perdebatan dalam sejarah ekonomi Indonesia diperiksa di sini (di debat lain lihat juga Houben 2002: 53-55; Lindblad 2002b: 145-152; Dick 2002: 191-193; Engkau 2002 : 242-243).

Ekonomi adat dan ekonomi dualis

Meskipun pengusaha barat memiliki keunggulan dalam teknologi know-how dan penyediaan modal investasi selama periode akhir-kolonial, telah ada kelas tradisional yang kuat dan dinamis dari pengusaha (pedagang dan petani) di berbagai daerah Indonesia. Resilien pada saat kelesuan ekonomi, licik dalam simbiosis dengan para pedagang dari negara Asia lainnya (khususnya Cina), pengusaha Indonesia telah direhabilitasi setelah relatif meremehkan cara yang sering digambarkan dalam literatur pra-1945. Salah satu penulis-penulis awal, JH Boeke, memulai sebuah sekolah pemikiran yang berpusat pada gagasan tentang 'dualisme ekonomi' (merujuk ke barat modern dan sektor timur stagnan). Sebagai akibatnya, dualisme istilah 'sering digunakan untuk menunjukkan superioritas barat. Dari tahun 1960-an selanjutnya gagasan tersebut telah diganti dengan analisis yang lebih obyektif ekonomi dualis yang tidak begitu menghakimi tentang karakteristik pembangunan ekonomi di sektor Asia. Beberapa berfokus pada dualisme teknologi (seperti B. Higgins) lain pada etnis spesialisasi dalam berbagai cabang produksi (lihat juga 2002b Lindblad: 148, Touwen 2001: 316-317).

Karakteristik imperialisme Belanda

Debat lain giat menyangkut karakter dan motif untuk ekspansi kolonial Belanda. Imperialisme Belanda dapat dilihat sebagai memiliki campuran lebih kompleks politik, motif ekonomi dan militer yang mempengaruhi keputusan tentang batas kolonial, menegakkan kekuasaan politik untuk mengeksploitasi minyak dan sumber daya alam lainnya, dan mencegah pemberontakan lokal. Tiga tahap imperialis dapat dibedakan (Lindblad 2002a: 95-99). Tahap pertama ekspansi imperialis adalah 1.825-1.870. Selama fase gangguan ini dengan hal-hal ekonomi di luar Jawa meningkat perlahan namun intervensi militer sesekali. Tahap kedua dimulai dengan pecahnya Perang Aceh pada tahun 1873 dan berlangsung sampai tahun 1896. Selama fase inisiatif ini dalam perdagangan dan investasi asing yang diambil oleh pemerintah kolonial dan pengusaha swasta disertai oleh perluasan kolonial (militer) kontrol di daerah yang bersangkutan. Tahap ketiga dan terakhir ditandai oleh imperialisme agresif skala penuh (sering dikenal sebagai 'perdamaian') dan berlangsung dari 1896 hingga 1907.

Dampak dari sistem budidaya pada perekonomian adat

Tesis "involusi pertanian 'itu dianjurkan oleh Clifford Geertz (1963) dan menyatakan bahwa proses stagnasi ditandai ekonomi pedesaan Jawa di abad kesembilan belas. Setelah penelitian yang luas, pandangan ini umumnya telah dibuang. Kolonial pertumbuhan ekonomi dirangsang pertama oleh Sistem Budidaya, kemudian oleh promosi dari perusahaan swasta. Non-pertanian kerja dan daya beli meningkat dalam ekonomi pribumi, meskipun ada banyak kesenjangan regional (Lindblad 2002a: 80; 2002b :149-150).

Keanekaragaman Daerah dalam ekspansi ekonomi ekspor yang dipimpin

Kontras antara Jawa yang padat penduduknya, yang telah dominan dalam hal ekonomi dan politik untuk waktu yang lama, dan Kepulauan Luar, yang adalah, besar wilayah berpenduduk jarang, sudah jelas. Di antara Kepulauan Luar kita dapat membedakan antara daerah-daerah yang didorong ke depan oleh perdagangan ekspor, baik dari asal Indonesia atau Eropa (contoh Palembang, Sumatera Timur, Kalimantan Tenggara) dan daerah-daerah yang tinggal di belakang dan hanya perlahan mengambil buah dari modernisasi yang mengambil tempat tempat lain (seperti misalnya Benkulu, Timor, Maluku) (Touwen 2001).

Perkembangan negara kolonial dan peran Etis

Baiklah ke paruh kedua abad kesembilan belas, kebijakan resmi Belanda adalah untuk menjauhkan diri dari campur tangan dengan urusan lokal. Sumber daya langka administrator kolonial Belanda harus disediakan untuk Java. Ketika Perang Aceh memulai periode ekspansi imperialis dan konsolidasi kekuasaan kolonial, panggilan untuk lebih concern dengan masalah adat terdengar dalam politik Belanda, yang mengakibatkan Politik Etis resmi yang diluncurkan pada tahun 1901 dan memiliki tujuan untuk meningkatkan tiga kali lipat adat kesejahteraan, memperluas sistem pendidikan, dan memungkinkan untuk beberapa partisipasi masyarakat adat dalam pemerintahan (yang mengakibatkan Dewan Rakyat (Volksraad) yang terpasang pada tahun 1918 tetapi hanya memiliki peran penasihat). Hasil Politik Etis, misalnya diukur dalam peningkatan teknologi pertanian, pendidikan, atau pelayanan kesejahteraan, masih diperdebatkan (Lindblad 2002b: 149).

Kondisi hidup kuli di kebun pertanian

Perekonomian perkebunan, yang dikembangkan di Kepulauan Luar jarang penduduknya (terutama di Sumatra) antara tahun 1870 dan 1942, sedang membutuhkan tenaga kerja yang buruk. Kekurangan tenaga kerja diselesaikan dengan merekrut buruh kontrak (kuli) di Cina, dan kemudian di Jawa. Ordonansi Coolie adalah peraturan pemerintah yang mencakup klausa pidana (yang diperbolehkan untuk hukuman oleh pemilik perkebunan). Menanggapi melaporkan penyalahgunaan, pemerintah kolonial mendirikan Inspektorat Ketenagakerjaan (1908), yang bertujuan untuk mencegah penyalahgunaan kuli di perkebunan. Keadaan hidup dan pengobatan para kuli telah menjadi subyek perdebatan, khususnya mengenai pertanyaan apakah pemerintah cukup berupaya dalam melindungi kepentingan pekerja atau diizinkan pelecehan untuk bertahan (Lindblad 2002b: 150).

Kolonial drain

Berapa besar proporsi keuntungan ekonomi terkuras habis dari koloni ke ibu negara? Dampak merugikan drain modal, sebagai imbalan atas inisiatif kewirausahaan Eropa yang diterima, telah diperdebatkan, serta metode pengukuran yang tepat. Ada juga pembuangan kedua ke negara asal dari kelompok etnis imigran, terutama ke China (Van der Eng 1998; 2002b Lindblad: 151).

Posisi Cina dalam perekonomian Indonesia

Dalam ekonomi kolonial, pedagang perantara atau tengkulak Cina memainkan peran penting dalam penyediaan kredit dan merangsang budidaya tanaman ekspor seperti rotan, karet dan kopra. Sistem kolonial hukum membuat perbedaan eksplisit antara Eropa, Cina dan Indonesia. Ini membentuk akar masalah di kemudian etnis, karena penduduk minoritas Cina di Indonesia menjadi suatu yang penting (dan kadang-kadang merasa iri) posisi sebagai pemilik modal dan pengusaha. Ketika terancam oleh kekacauan politik dan sosial, jaringan bisnis Cina mungkin kadang-kadang menyalurkan dana modal untuk deposito di luar negeri.

Kekacauan Ekonomi selama 'Orde Lama'

Periode, 1945-1965, ditandai oleh ekonomi (dan politik) kekacauan meskipun beberapa pertumbuhan ekonomi dapat disangkal memang terjadi selama bertahun-tahun. Namun, ketidakstabilan ekonomi makro, kurangnya investasi asing dan kekakuan struktural membentuk masalah ekonomi yang berhubungan erat dengan perjuangan kekuatan politik. Sukarno, presiden pertama republik Indonesia, memiliki menyukai vokal kolonialisme. Usahanya untuk menghilangkan kontrol ekonomi asing yang tidak selalu mendukung perjuangan ekonomi negara berdaulat yang baru.. 'Orde Lama' telah lama menjadi 'daerah hilang' dalam sejarah ekonomi Indonesia, tetapi pembentukan negara kesatuan dan penyelesaian isu-isu politik utama, termasuk beberapa derajat konsolidasi teritorial (serta konsolidasi peran tentara) sangat penting bagi pembangunan ekonomi nasional (Dick 2002: 190; Mackie 1967).

Pengembangan kebijakan dan perencanaan ekonomi selama 'periode Orde Baru'

Orde Baru (Orde Baru) Soeharto menolak mobilisasi politik dan ideologi sosialis, dan mendirikan rezim dikontrol ketat yang putus asa penyelidikan intelektual, tapi menempatkan perekonomian Indonesia kembali pada rel. Arus baru investasi asing dan program-program bantuan asing tertarik, pertumbuhan penduduk yang tak terkendali itu karena program keluarga berencana berkurang, dan terjadi transformasi dari ekonomi terutama pertanian menuju ekonomi industrialisasi. Thee Kian Wie membedakan tiga fase dalam periode ini, masing-masing yang patut dipelajari lebih lanjut:

(a) 1966-1973): stabilisasi, rehabilitasi, liberalisasi parsial dan pemulihan ekonomi;

(b) 1974-1982: booming minyak, pertumbuhan ekonomi yang cepat, dan meningkatnya intervensi pemerintah;

(c) 1983-1996: pasca boom minyak, deregulasi, liberalisasi diperbaharui (sebagai reaksi terhadap harga minyak yang terus turun-), dan pertumbuhan ekspor yang dipimpin cepat. Selama tahap terakhir, komentator (termasuk ekonom akademik) semakin prihatin tentang korupsi berkembang di semua tingkat birokrasi pemerintah: KKN (Korupsi, kolusi, nepotisme) praktek, karena mereka kemudian menjadi dikenal (Thee 2002: 203-215).

KRISMON, KRISTAL Keuangan, krisis ekonomi dan politik: KRISMON, Kristal

Krisis keuangan tahun 1997 dimulai dengan krisis kepercayaan menyusul depresiasi baht Thailand pada bulan Juli 1997. Core faktor yang menyebabkan krisis ekonomi berikutnya di Indonesia adalah kuasi-nilai tukar rupiah tetap, cepat naik utang luar negeri jangka pendek dan sistem keuangan yang lemah. Keparahannya harus dihubungkan dengan faktor-faktor politik juga: krisis moneter (KRISMON) menyebabkan krisis total (kristal) karena respon kebijakan gagal rezim Soeharto. Soeharto telah berkuasa selama 32 tahun dan pemerintah telah menjadi sangat terpusat dan korup dan tidak mampu mengatasi krisis secara kredibel. Asal-usul, konsekuensi ekonomi, dan dampak sosial-ekonomi dari krisis masih dalam pembahasan. (Thee 2003: 231-237; Arndt and Hill 1999). (Engkau 2003: 231-237; Arndt dan Hill 1999).